● World SuperSport 2026 · Most, Ceko
Debise & ZXMOTO Tak Terbendung — Kemenangan ke-4 di Musim Pertama Mereka
P1 Valentin Debise · ZXMOTO 820RR · 19 Lap
P2 Can Oncu · Pata Yamaha +0.639s
P3 Albert Arenas · AS BLU CRU Racing +0.877s
FL Debise · 1’34.336s — New Track Record
P1 Valentin Debise · ZXMOTO 820RR · 19 Lap
P2 Can Oncu · Pata Yamaha +0.639s
P3 Albert Arenas · AS BLU CRU Racing +0.877s
FL Debise · 1’34.336s — New Track Record
Sirkuit Most, Sabtu 17 Mei 2026 — Valentin Debise membuktikan bahwa kemenangan ZXMOTO bukan sekadar keberuntungan. Dari posisi start ke-6 akibat penalti grid, pembalap Prancis ini membelah barisan Yamaha dan mencatat kemenangan ke-4 ZXMOTO di musim debut mereka — sekaligus memecahkan rekor lap tercepat Sirkuit Most.
Datang dari Belakang, Pergi sebagai Juara
Penalti tiga posisi grid akibat slow riding saat sesi latihan bebas hampir saja memupus harapan Debise sebelum balapan dimulai. Namun yang terjadi justru sebaliknya: pembalap berusia 32 tahun itu mengubah handicap menjadi motivasi, bergerak sistematis dari posisi enam, menembus kekacauan di antara para Yamaha, dan mengambil alih posisi terdepan pada lap ke-8.
Lima lap pertama adalah kaos yang teratur — Lucas Mahias dan Can Oncu saling sikut memperebutkan posisi terdepan, sementara Albert Arenas melancarkan manuver berani ke tikungan pertama di lap ke-4. Debise mengikuti slipstream Arenas untuk naik ke dalam pertarungan lima besar. Ketika para rivalnya saling menguras ban satu sama lain, sang pembalap ZXMOTO dengan tenang menunggu momennya.
Lap ke-7 adalah titik balik. Debise mulai bergerak. Lap ke-8, ia ada di puncak. Dan meski papan informasi menunjukkan celah hanya tiga detik, ia tidak mengangkat gas — malah pada lap terakhir ia memecahkan rekor lap tercepat Sirkuit Most dengan catatan waktu 1 menit 34,336 detik.
Hasil Akhir · Race 1
FIM World Supersport — Most, Republik Ceko · 17 Mei 2026
1
Valentin Debise
EASTROC ZXMOTO Factory Evan Bros Racing
19 Lap ✓
2
Can Oncu
Pata Yamaha Ten Kate Racing
+0.639s
3
Albert Arenas
AS BLU CRU Racing Team
+0.877s
4
Jaume Masia
Orelac Racing VerdNatura
+1.760s
5
Lucas Mahias
GMT94 Yamaha
+1.865s
6
Oli Bayliss
PTR Triumph Factory Racing
+5.279s
Fastest Lap · New Track Record
1’34.336
Valentin Debise · ZXMOTO 820RR · Sirkuit Most
📸 Valentin Debise merayakan podium pertama di Sirkuit Most bersama tim EASTROC ZXMOTO Factory Evan Bros Racing. Kemenangan ke-4 dalam musim rookie yang fenomenal. (foto: sepeda-motor.id)
“Yamaha-yamaha itu benar-benar cepat di awal. Saya butuh waktu untuk menyesuaikan diri dengan motor setelah perubahan setup pra-balapan. Begitu terasa nyaman, saya mulai maju. Di lap terakhir saya menemukan sedikit lebih banyak — dan itu cukup.”
— Valentin Debise · ZXMOTO Factory Evan Bros Racing
5 Faktor Kunci di Balik Kemenangan Ke-4 ZXMOTO
Kemenangan Debise di Most bukan insiden — ini adalah pola. Dengan empat kemenangan dari sembilan balapan di musim pertama mereka, ada faktor-faktor struktural yang membuat ZXMOTO berulang kali tampil di podium tertinggi. Berikut bedah jurnalistiknya:
01
Mesin Inline-Triple 820cc yang “Pas” untuk WorldSSP
Teknis
ZXMOTO 820RR menggunakan mesin 819cc inline-3 silinder — konfigurasi yang memberikan torsi menengah melimpah, ideal untuk keluar dari tikungan lambat ke medium yang mendominasi tata letak Sirkuit Most. Berbeda dari Yamaha R9 yang bertumpu pada top-end, mesin triple ZXMOTO memberikan daya dorong yang lebih linear dan mudah dikelola. Pendiri Zhang Xue secara eksplisit menyebut dua kekuatan desain inti: bobot ringan dan setup performa — keduanya memungkinkan Debise mengungguli dua rival Yamaha dalam pengereman dan akselerasi keluar tikungan.
02
Sasis Aluminium Blok Solid à la Moto2
Teknis
Yang membedakan ZXMOTO dari pabrikan baru lain adalah keputusan engineering yang berani: rangka yang dimilling dari blok aluminium padat dengan cross-member fleksibilitas yang bisa disetel — teknik yang dibandingkan dengan prototipe Boscoscuro di Moto2. Struktur ini memberikan rigiditas torsional tinggi sekaligus menjaga bobot tetap kompetitif (186 kg pada versi homologasi RR-R). Hasilnya adalah motor yang stabil saat pengereman keras, namun tetap lincah untuk perubahan arah cepat di chicane-chicane Most.
03
Manajemen Ban dan Race Craft Debise yang Superior
Strategi
Salah satu faktor terbesar yang tidak terlihat: Debise tidak menghabiskan ban di awal balapan. Sementara Mahias dan Oncu saling mendorong di lap-lap awal hingga performa Mahias terdegradasi ke posisi 5, Debise bergerak sabar, menjaga ban dalam kondisi optimal. Ketika rivalnya sudah membuang energi, ia hadir dengan kecepatan penuh. Lap terakhirnya — yang memecahkan rekor Sirkuit Most — adalah bukti bahwa bannya justru masih segar di akhir balapan, bukan terkuras.
04
Sinergi ZXMOTO + Evan Bros Racing
Tim
ZXMOTO tidak memasuki WorldSSP sendirian — mereka berkolaborasi dengan Evan Bros Racing, tim dengan rekam jejak panjang dan multiple juara di WorldSSP. Keahlian setup tim Italia ini mengkompensasi minimnya data historis ZXMOTO di berbagai sirkuit. Di Most, meski ada perubahan setup pra-balapan yang membuat Debise butuh beberapa lap untuk adaptasi, tim berhasil menemukan jendela performa yang tepat cukup cepat. Ini bukan kebetulan — ini proses iterasi data yang sudah berjalan sepanjang musim.
05
Mentalitas “Buktikan, Bukan Bicara”
Mental
Debise mengakui ia dikritik ketika memutuskan meninggalkan tim lamanya untuk bergabung dengan pabrikan China yang belum teruji. Responsnya? Diam — sampai bendera kotak-kotak turun di Portimao. Mentalitas “buktikan di lintasan” ini menjadi budaya tim secara keseluruhan. Zhang Xue, pendiri ZXMOTO, membangun perusahaan ini dari hampir bangkrut di Februari 2025 hingga merebut empat kemenangan WorldSSP hanya 15 bulan kemudian. Urgensi dan kelaparan yang tertanam dari budaya perusahaan ini terasa nyata di setiap keputusan, dari R&D hingga strategi balapan.
Klasemen WorldSSP Setelah Most Race 1
Kemenangan ini mendongkrak Debise ke posisi ketiga klasemen dengan 122 poin — hanya terpaut 8 angka dari Jaume Masia di posisi kedua. ZXMOTO sebagai pabrikan juga kini berada di posisi ketiga dengan 124 poin.
#
Pembalap / Tim
Poin
Menang
1
Albert Arenas
AS BLU CRU Racing – Yamaha
130
2
2
Jaume Masia
Orelac Racing VerdNatura
130
2
3
Valentin Debise 🔥
EASTROC ZXMOTO Evan Bros
122
4
4
Can Oncu
Pata Yamaha Ten Kate Racing
103
0
5
Lucas Mahias
GMT94 Yamaha
80
0
Bukan Rookie Biasa
Dalam sejarah WorldSSP, tidak banyak pabrikan baru yang berhasil meraih kemenangan di musim debut mereka. ZXMOTO tidak hanya melakukannya — mereka melakukannya empat kali dalam sembilan balapan pertama. Untuk perbandingan: Ducati menang di balapan pertama mereka, Triumph menunggu bertahun-tahun, dan Honda membutuhkan waktu untuk beradaptasi. ZXMOTO ada di antara nama-nama besar itu.
Yang membuat pencapaian Most semakin istimewa adalah konteks teknis di baliknya. Debise start dari posisi ke-6, menghadapi empat Yamaha di depannya, mengendarai motor yang setup-nya baru diubah sebelum balapan, dan masih berhasil memenangkan balapan dengan margin yang nyaman — sekaligus memecahkan rekor lap sirkuit. Itu bukan keberuntungan. Itu dominasi yang sedang tumbuh.
Pertanyaannya sekarang bukan lagi apakah ZXMOTO kompetitif — itu sudah terjawab. Pertanyaannya adalah seberapa cepat mereka bisa menutup delapan poin yang memisahkan Debise dari posisi kedua klasemen, dan apakah Race 2 di Most pada Minggu ini akan menjadi momentum lebih lanjut dalam perburuan gelar juara dunia musim ini.
“Ini bukan soal mengejar trofi. Ini soal mencintai perjalanan.”
— Zhang Xue · Pendiri ZXMOTO, saat menangis menyaksikan kemenangan pertama Portimao dari Chongqing
Motor yang Bikin Sejarah
ZXMOTO 820RR — Spesifikasi Lengkap & Harga
Mesin 819cc inline-triple, 135–150 hp, Öhlins, Brembo. Inilah senjata Debise di WorldSSP 2026.
→